BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah
gizi utama di Indonesia dan tersebar hampir di seluruh provinsi dan salah
satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menghambat peningkatan mutu
sumberdaya manusia Indonesia. Kekurangan iodium ini tidak hanya memicu
pembesaran kelenjar gondok, bisa juga timbul kelainan lain seperti kretinisme (
kerdil ), bisu, tuli, gangguan mental dan gangguan neuromotor. Untuk itu,
penting menerapkan pola makan sadar iodium sejak dini (
ariefardiasnyah.blogspot.com, 2011 ).
Sebagian besar penderita GAKY mempunyai IQ sepuluh poin di bawah
potensinya. Di antara mereka yang lahir normal, dengan konsumsi diet rendah
yodium akan menjadi anak yang kurang intelegensinya, bodoh, lesu dan apatis
dalam kehidupannya. Sehingga, kekurangan yodium pada anak akan menyebabkan
kesulitan belajar. Risiko itu karena kekurangan yodium dalam dietnya dan berpengaruh
pada awal perkembangan otaknya. Yodium merupakan elemen yang sangat penting
untuk pembentukan hormon tiroid. Hormon itu sangat diperlukan untuk pertumbuhan
normal, perkembangan mental dan fisik, baik pada manusia maupun hewan. Efek
yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah gondok, yakni
pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher (ennhyryan.blogspot.com, 2011).
Upaya
pencegahan dan penanggulangan GAKY yaitu dengan memberikan unsur yodium telah
lama dilakukan oleh pemerintah. Yodium merupakan mikronutrien penting untuk
pembentukan hormon tiroid.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
definisi dari Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
2. Apakah
penyebab Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
3. Bagaimana
cara mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
4. Bagaimana
diet bagi penderita Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana
gambaran permasalahan GAKY di Indonesia.
2. Tujuan Khusus
a. Dapat menjelaskan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
b. Dapat menjelaskan penyebab Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
c. Dapat
menjelaskan cara mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
d. Dapat menjelaskan cara diet bagi
penderita Gangguan Akibat Kekurangan Yodium
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Yodium
Yodium adalah suatu unsur elemen non
metal, diperlukan oleh manusia untuk sintesis hormon tiroid, sebagai unsur
penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Pada umumnya yodium di atas bumi
ditemukan di lautan, dan di dalam tanah yang subur. Semakin tua dan semakin
terbuka permukaan tanah, semakin mudah yodium larut karena erosi. Meskipun
kadar yodium dalam air laut dan udara sedikit, tetapi masih merupakan sumber
utama yodium di alam. Karena yodium larut dalam air, maka erosi akan mempengaruhi
unsur ini ke laut ( Depkes RI, 2003 dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).
Yodium alam bersumber dari :
1.
Air tanah bergantung pada air yang
berasal dari batuan jenis tertentu ( kadar paling tinggi berasal dari igneous
rock, 900 ug/kg bahan ).
2.
Air laut mengandung sedikit yodium,
demikian pula garam pada umumnya.
3.
Plankton dan ganggang laut berkadar
yodium tinggi sebab organisme ini mengkonsentrasikan yodium dari lingkungan
sekitarnya.
4.
Sumber bahan organik yang berada
dalam oksidan, desinfektan, yodoform, zat warna untuk makanan dan kosmetik dan
sekarang ini banyak vitamin yang menambah unsur ini juga.
5.
Ikan laut, cumi-cumi yang
dikeringkan mengandung banyak yodium ( Asih Luh Gatie, 2006 ).
Almatsier ( 2003 ), yodium adalah bahan dasar
essensial untuk pembentukan hormon tiroid. Yodium yang dimakan akan berubah
menjadi yodida dan diserap tubuh. Organ utama yang memanfaatkan yodium adalah
tiroid untuk membentuk hormon tiroid dan ginjal yang akan rnengeluarkannya ke
dalam urin. Sintesis dan sekresi hormon tiroid pada kecepatan normal diperlukan
kurang lebih 120 μg per hari. Kelenjar tiroid mengeluarkan 80 μg per hari
sebagai yodium dalam triyodotironin dan tiroksin, dan melepaskan 40 μg yodium
ke dalam cairan ekstraseluler, yang kebanyakan berasal dari deyodinasimono dan
diyodotirosin. Triyodotironin dan tiroksin akan dimetabolisir dalam hati dan
jaringan lain, dan akan melepaskan 60 μg yodium ke dalam cairan ekstraseluler.
Sebagian derivat hormon tiroid dikeluarkan ke dalam empedu dan sebagian
yodiumnya akan diserap kembali ( sirkulasi enterohepatik ), namun ada sejumlah
yodium yang dibuang dalam tinja dan urin ( dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).
Fungsi yodium merupakan bagian integral dari kedua
macam hormon tiroksin/triiodotironin ( T3 ) dan tetraiodotironin ( T4 ). Peran
hormon tiroid terhadap metabolisme protein merupakan dasar efek hormon tersebut
terhadap proses tumbuh kembang didukung pula dengan pengaruhnya terhadap
metabolisme karbohidrat antara lain meningkatkan absorpsi glukosa dari saluran
pencernaan dan meningkatkan tangkapan glukosa oleh jaringan lemak dan otot.
Tiroksin dapat merangsang metabolisme sampai 30 %. Di samping itu kedua hormon
ini mengatur suhu tubuh, reproduksi, pembentukan sel darah merah serta fungsi
otot dan saraf. Yodium berperan pula dalam perubahan karoten menjadi bentuk
aktif vitamin A, sintesis protein dan absorpsi karbohidrat dari saluran cerna.
Yodium berperan pula dalam sintesis kolesterol darah ( Almatsier, 2003 dalam
Asih Luh Gatie, 2006).
Yodium masuk ke dalam tubuh bersama makanan dan
minuman dalam bentuk yodium anorganik. Sebagian besar yodium anorganik akan
diekskresikan lewat urin, oleh sebab itu kadar yodium dalam urin akan
menggambarkan diet seseorang. Yodium dianggap berlebihan apabila jumlahnya
melebihi jumlah yang diperlukan untuk sintesis hormon secara fisiologis.
Terjadinya yodium yang berlebihan ( Iodide excess ) apabila yodium
dikonsumsi dalam dosis cukup besar dan terus menerus akan mengakibatkan
terjadinya inhibisi hormon genesis khususnya yodinisasi tironin dan selanjutnya
dapat terjadi gondok ( Djokomoeljanto, 1993 dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).
Ganong ( 1979 ), pemberian yodium yang berlebihan
dapat mempercepat gejala klinis hipertiroidisme pada penderita penyakit Grave
laten. Pada hipertiroidisme yodida dalam dosis tinggi secara teratur menghambat
sekresi hormon tiroid. Dengan demikian peranan yodida dalam faal tiroid
sangatlah unik, dalam jumlah kecil diperlukan untuk fungsi tiroid normal,
sedang dalam jumlah besar bersifat menghambat bila kelenjar hiperplastik.
Hetzel ( 1989 ), transpor hormon tiroid dalam sirkulasi dilakukan oleh
globulin, albumin dan prealbumin. Fungsi protein transpor adalah untuk mencegah
hormon keluar sirkulasi lewat urin dan berfungsi sebagai simpanan hormon dan
menjaga kadar hormon bebas. Lebih dari 99,7 % T3 dan 99,97 % T4 terikat
protein. Hormon yang mempunyai efek biologik adalah hormon bebas. Waktu paruh
T4 dalam serum adalah 8 hari sedangkan T3 hanya 8 jam, namun hal ini dapat
diatasi karena T4 dapat diubah menjadi T3. Untuk mencukupi kebutuhan hormon
tiroid di perifer, sekresi diatur autoregulasi dan regulasi ekstra tiroidal
yang dilakukan oleh TSH yang disekresi oleh hipofisis, sementara sekresi TSH
dirangsang oleh TRH yang disekresi oleh hipotalamus ( dalam Asih Luh Gatie,
2006 ).
Kebutuhan yodium setiap hari di dalam makanan yang dianjurkan saat ini
adalah :
1.
50 mikrogram untuk bayi
( 12 bulan pertama ).
2.
90 mikrogram untuk anak
( usia 2-6 tahun ).
3.
120 mikrogram untuk anak
usia sekolah ( usia 7-12 tahun ).
4.
150 mikrogram untuk
dewasa ( diatas usia 12 tahun ).
5.
200 mikrogram untuk ibu
hamil dan menyusui
Kebutuhan
Iodium dan Besi pada bayi hingga orang dewasa.
Kriteria
|
Iodium,
mg
|
Besi,
mg
|
Bayi
|
35-45
|
10-15
|
Anak-anak
|
60-110
|
10-15
|
Pria
|
130-150
|
10-18
|
Wanita
|
100-115
|
18
|
Wanita
hamil
|
125
|
18
|
Masa
laktasi
|
150
|
18
|
Sumber : Depkes 1996
B. Definisi
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium
(Iodine Deficiency Disorder) adalah gangguan tubuh yang disebabkan oleh kekurangan
iodium sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid. Definisi lain,
GAKY merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium,
akibat kekurangan Yodium ini dapat menimbulkan penyakit salah satu yang sering
dikenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok.
Dimana akibat
defisiensi iodium ini merupakan suatu spektrum yang luas dan mengenai semua
segmen usia, dari fetus hingga dewasa. Dengan demikian jelaslah bahwa gondok
tidak identik dengan GAKI. Dengan demikian kepentingan klinisnya tidak saja
didasarkan atas akibat desakan mekanis yang ditimbulkan oleh gondok, tetapi
justru gangguan fungsi lain yang dapat dan sering menyertainya seperti gangguan
perkembangan mental dan rendahnya IQ, hipotiroidisme, dan kretin. Gondok adalah
pembesaran kelenjar tiroid yang melebihi normal. Hipotiroidi adalah kondisi di
mana tubuh tidak memperoleh cukup hormon tiroid. Kondisi ini mengakibatkan
penderita menjadi malas, mengantuk, kulit kering, tidal(tahan dingin dan
konstipasi). Hormon tiroid berperan dalam proses pertumbuhan otak dan sistim
saraf. Oleh karena itu anak penderita hipotiroidi mengalami hambatan dalam
pertumbuhan fisik dan keterbelakangan mental. Keterbelakangan fisik dan mental
yang dikenal, akan tetapi seringkali kondisi ini ringan hingga sulit diketahui
kecuali dengan diagnosis yang baik.
Gejala
yang sering tampak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan , seperti:
· Reterdasi
mental
· Gangguan
pendengaran
· Gangguan
bicara
· Hipertiroid
(Pembesaran Kelenjar Tiroid/Gondok)
· Kretinisme
biasanya pada anak-anak
C. Penyebab
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )
Yodium
dalam tubuh berada dalam bentuk Iodida (I2). Menyusun tubuh kurang lebih 15-20
mg, sangat bervariasi antar individu, tergantung wilayah tempat tinggal (kandungan
yodium dalam tanah,
air, tanaman, dan pangan sumberyodium yang dikonsumsi. Fungsi
yodium dalam tubuh, bersama hormon-hormon tiroid, adalah : berperan dalam mengatur suhu tubuh, laju pelepasanenergi selama metabolisme basal (BMR), laju penggunaan oksigen oleh sel, pertumbuhan, perkembangan sistem syaraf, pertumbuhan linier, dan pembentukan panas tubuh. Penyerapan yodium sangat cepat dan mudah.Yodium terutama terkonsentrasi pd
kelenjar tiroid (70-80%)yang berperan dalam pembentukan hormon T3-triiodothyronin dan T4–tetra Iodothyronine/tyroxin. Pelepasan hormon tiroid ke dlm darah
dipacu oleh TSH (Thyroid Stimulating Hormon).
Faktor – Faktor penyebab masalah GAKI antara lain :
1. Faktor
Defisiensi Iodium dan Iodium Excess
Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya
masalah GAKI. Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses
adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman
yang dikonsumsinya. Iodium Excess terjadi
apabila iodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus, seperti yang
dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi ganggang laut
dalam jumlah yang besar. Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan
terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling.
2. Faktor
Geografis dan Non Geografis
GAKI sangat erat hubungannya dengan letak
geografis suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai
di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di
Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di
Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan. Daerah yang
biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain sebagai
penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah
yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang
lama namun pasti daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau
daerah endemik iodium.
3. Faktor Bahan
Pangan Goiterogenik
Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak
dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan. Salah
satunya adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik. Zat goiterogenik
dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari akan menyebabkan zat iodium
dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi
dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Giterogenik
adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok,
sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Selain itu, zat
goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk
organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat. Beberapa jenis
Goitrogen yaitu:
a. Kelompok
Tiosianat atau senyawa mirip tiosianat
contoh: ubi kayu,
jagung, rebung, ubi jalar, buncis besar
b. Kelompok
tiourea, tionamide, tioglikoside, vioflavanoid dan disulfida alifatik, contoh :
berbagai makanan pokok di daerah tropis seperti sorgum, kacang-kacangan, bawang
merah dan bawang putih
c. Kelompok
Sianida
Contoh: daun +
umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir, dan terung
d. Kelompok
Mimosin
contoh: pete
cina dan lamtoro
e. Kelompok
Isothiosianat
contoh: daun
pepaya
f. Kelompok Asam
contoh: jeruk
nipis, belimbing wuluh dan cuka
4. Faktor Zat Gizi
Lain
Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan
hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon. Baik T3 maupun
T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan
0,25 % T3 dalam keadaan bebas. Sehingga defisiensi
protein akan menyebabkan tingginya T3 dan T4bebas,
dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid
akhirnya menurun.
D. Pencegahan
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )
Kegiatan pencegahandan penaggulangan GAKI yang telah dilakukan oleh
pemerintah meliputi komunikasi , informasi dan edukasi (KIE ) terhadap
penaggulangan GAKI yang tertuju pada 3 ( tiga ) kelompok sasaran yaitu :
1. Para
perencana, pengelola dan pelaksana program.
2. Masyasarakat
didaerah gondok endemik.
3. Masyarakat di
luar daerah gondok endemik.
Intervensi GAKI
terus dilakukan dengan bantuan sejumlah badan dunia. Program intensifikasi
penanggulangan GAKI yang berlangsung tahun 1997 – 2003 bertujuan menurunkan
prevalensi GAKI lewat pemantauan status GAKI pada penduduk, meningkatkan
persediaan garam beriodium serta meningkatkan kerja sama lintas sektoral. Upaya
penanggulangan GAKI sudah dimulai sejak pemerintahan Belanda melalui distribusi
garam beryodim ke daerah endemik berat. Penanggulangan GAKI dilakukan dalam dua jangka
waktu, yaitu :
Jangka Panjang: suplementasi
tidak langsung melalui fortifikasi garam konsumsi dengan iodium dimana program
ini disebut garam iodium.
Jangka pendek: suplementasi langsung dengan ,minyak iodium baik secara oral
maupun suntikan lipiodol. Upaya ini hanya ditunjukkan pada daerah endemik berat dan
telah dilaksanakan sejak tahun 1974
Menurut ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan RI 1986,
kandungan KIO3 yang dianjurkan adalah 40 ppm. Iodium
diperlukan semata – mata untuk biosintesis hormon thyuroid yang mengandung
iodium. Kebutuhan iodium meningkat pada kaum remaja dan kehamilan. Banyaknya
metoda suplementasi Iodium tergantung pada beratnya GAKI pada populasi, grade
iodium urine dan prevalensi goiter dan kretinism.
a. GAKY ringan:
Prevalensi
goiter : 5 – 19,9% (anak sekolah)
Iodium urine :
50 – 99mg/lt
Dieliminasi
dengan garam berjodium.
b. GAKY sedang :
Prevalensi
goiter : 20 – 29,9% dan beberapa hypothyroidism.
Iodium urine :
20 – 49 mg/hr
Dapat dikontrol
dengan garam berjodium (biasanya 20 – 40 mg/kg pada tingkat rumahtangga)
Disamping itu minyak beriodium diberi secara oral atau suntik yang dikoordinasi
melalui puskesmas.
c. GAKY berat :
Prevalensi
goiter : 30%, endemic cretinism
Iodium urine :
< 20 mg/l
Penanganannya :
minyak beriodium diberikan sampai sistim garam berjodium efektif, jika sistim
saraf pusat dicegah dengan sempurna.
E.
Dampak Gaky
1. Terhadap
Pertumbuhan
·
Pertumbuhan yang tidak
normal.
·
Pada keadaan yang parah
terjadi kretinisme
·
Keterlambatan
perkembangan jiwa dan kecerdasan
·
Tingkat kecerdasan yang
rendah
·
Mulut menganga dan
lidah tampak dari luar
2. Kelangsungan
Hidup
·
Neonatus dan Ibu hamil
Ketika
kita bicara mengenai neonatus dan ibu hamil maka terbayang proses pertumbuhan
fetus intrauterin, yang umumnya mengikuti satu pola. Perkembangan otak dan
intelegensi tepat mutlak perlu untuk manifestasi yang ‘sempurna’ di kemudian
hari.
Perkembangan
fetus ibu hipotiroidisme primer yang hamil berbeda dengan perkembangan fetus
ibu hipotiroidisme yang disebabkan karena defisiensi yodium.
Patofisiologi
yang jelas dan tegas belum terbukti hingga sekarang. Sumbangan pengetahuan di
atas tidak hanya penting untuk memahami dan mendalami peristiwa yang terjadi di
daerah dengan defisiensi berat saja (dengan adanya sindrom GAKI, lebih-lebih
mekanisme terjadinya kretin endemik baik miksudematosa maupun kretin tipe
nervosa) tetapi juga penting untuk upaya pencegahan.
·
Pada Janin
Kekurangan
yodium pada janin akibat Ibunya kekurangan yodium. Keadaan ini akan menyebabkan
besarnya angka kejadian lahir mati, abortus, dan cacat bawaan, yang semuanya
dapat dikurangi dengan pemberian yodium. Akibat lain yang lebih berat pada
janin yang kekurangan yodium adalah kretin endemic.
Kretin
endemik ada dua tipe, yang banyak didapatkan adalah tipe nervosa, ditandai
dengan retardasi mental, bisu tuli, dan kelumpuhan spastik pada kedua tungkai.
Sebaliknya yang agak jarang terjadi adalah tipe hipotiroidisme yang ditandai
dengan kekurangan hormon tiroid dan kerdil.
Penelitian
terakhir menunjukkan, transfer T4 dari ibu ke janin pada awal kehamilan sangat
penting untuk perkembangan otak janin. Bilamana ibu kekurangan yodium sejak
awal kehamilannya maka transfer T4 ke janin akan berkurang sebelum kelenjar
tiroid janin berfungsi.
Jadi
perkembangan otak janin sangat tergantung pada hormon tiroid ibu pada trimester
pertama kehamilan, bilamana ibu kekurangan yodium maka akan berakibat pada
rendahnya kadar hormon tiroid pada ibu dan janin. Dalam trimester kedua dan
ketiga kehamilan, janin sudah dapat membuat hormon tiroid sendiri, namun karena
kekurangan yodium dalam masa ini maka juga akan berakibat pada kurangnya
pembentukan hormon tiroid, sehingga berakibat hipotiroidisme pada janin.
·
Pada Saat Bayi Baru
Lahir
Yang
sangat penting diketahui pada saat ini, adalah fungsi tiroid pada bayi baru
lahir berhubungan erat dengan keadaan otak pada saat bayi tersebut lahir. Pada
bayi baru lahir, otak baru mencapai sepertiga, kemudian terus berkembang dengan
cepat sampai usia dua tahun. Hormon tiroid pembentukannya sangat tergantung pada
kecukupan yodium, dan hormon ini sangat penting untuk perkembangan otak normal.
Di
negara sedang berkembang dengan kekurangan yodium berat, penemuan kasus ini
dapat dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik talipusat
segera setelah bayi lahir untuk pemeriksaan kadar hormon T4 dan TSH. Disebut
hipotiroidisme neonatal, bila didapatkan kadar T4 kurang dari 3 mg/dl dan TSH
lebih dari 50 mU/mL.
Pada
daerah dengan kekurangan yodium yang sangat berat, lebih dari 50% penduduk
mempunyai kadar yodium urin kurang dari 25 mg pergram kreatinin, kejadian
hipotiroidisme neonatal sekitar 75-115 per 1000 kelahiran. Yang sangat
mencolok, pada daerah yang kekurangan yodium ringan, kejadian gondok sangat
rendah dan tidak ada kretin, angka kejadian hipotiroidisme neonatal turun
menjadi 6 per 1000 kelahiran.
Dari
pengamatan ini disimpulkan, bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka
hipotiroidisme akan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada
retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental sangat
tinggi. Pada populasi di daerah kekurangan yodium berat ditandai dengan adanya
penderita kretin yang sangat mencolok.
·
Pada Masa Anak
Penelitian
pada anak sekolah yang tinggal di daerah kekurangan yodium menunjukkan prestasi
sekolah dan IQ kurang dibandingkan dengan kelompok umur yang sama yang berasal
dari daerah yang berkecukupan yodium. Dari sini dapat disimpulkan kekurangan
yodium mengakibatkan keterampilan kognitif rendah. Semua penelitian yang
dikerjakan di daerah kekurangan yodium memperkuat adanya bukti kekurangan
yodium dapat menyebabkan kelainan otak yang berdimensi luas.
Dalam
penelitian tersebut juga ditegaskan, dengan pemberian koreksi yodium akan
memperbaiki prestasi belajar anak sekolah. Faktor penentu kadar T3 otak dan T3
kelenjar hipofisis adalah kadar T4 dalam serum, bukan kadar T3 serum,
sebaliknya terjadi pada hati, ginjal dan otot. Kadar T3 otak yang rendah, yang
dapat dibuktikan pada tikus yang kekurangan yodium, didapatkan kadar T4 serum
yang rendah, akan menjadi normal kembali bila dilakukan koreksi terhadap
kekurangan yodiumnya.
Keadaan
ini disebut sebagai hipotiroidisme otak, yang akan menyebabkan bodoh dan lesu,
hal ini merupakan tanda hipotiroidisme pada anak dan dewasa. Keadaan lesu ini
dapat kembali normal bila diberikan koreksi yodium, namun lain halnya bila
keadaan yang terjadi di otak. Ini terjadi pada janin dan bayi yang otaknya
masih dalam masa perkembangan, walaupun diberikan koreksi yodium otak tetap
tidak dapat kembali normal.
·
Pada Dewasa
Pada
orang dewasa, dapat terjadi gondok dengan segala komplikasinya, yang sering
terjadi adalah hipotiroidisme, bodoh, dan hipertiroidisme. Karena adanya
benjolan/modul pada kelenjar tiroid yang berfungsi autonom. Disamping efek
tersebut, peningkatan ambilan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kekurangan
yodium meningkatkan risiko terjadinya kanker kelenjar tiroid bila terkena
radiasi.
F.
Diet pada Penderita Gangguan Akibat Kekuranga Yodium ( GAKY
)
Makanan yang dimakan berperan besar
untuk kesehatan tiroid. Ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan tiroid, yang
berguna agar tiroid berfungsi dengan optimal.
1.
Berikut nutrisi yang perlu
dimasukkan kedalam diet harian :
a. Yodium: Tiroid menyerap yodium dari
makanan yang di makan. Dibutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon tiroid. Jika
diet tidak mengandung kadar yodium yang cukup, maka kemampuan tiroid untuk
membuat hormon menjadi rusak, dan ini akan berefek buruk pada seluruh kesehatan
tubuh. Meskipun bisa mendapatkan yodium dengan cara mengkonsumsi garam
beryodium, namun faktanya banyak wanita usia subur kekurangan yodium karena
tidak cukup memperoleh yodium melalui diet. Jika tak ingin kekurangan yodium,
bisa menambahkan rumput laut ke dalam diet. Rumput laut seperti nori, kombu,
wakame dan hijiki, adalah sumber alami yang kaya akan yodium. Tapi jangan
berlebihan mengkonsumsinya, karena terlalu banyak yodium juga dapat menyebabkan
masalah tiroid dan membuat gejala menjadi lebih buruk.
b. Selenium: Mineral ini dibutuhkan jika ingin
kelenjar tiroid dapat berfungsi dengan benar. Hal ini diperlukan untuk
memproduksi dan mengatur kadar T3. Konsumsi makananlah makanan seperti kakap,
tuna, betis hati, jamur shitake, udang, cod, dan kacang Brazil, yang secara
alami kaya selenium.
c. Seng,
Tembaga dan Zat Besi: Mineral ini diperlukan untuk fungsi tiroid yang optimal.
Rendahnya tingkat zinc telah dilaporkan menyebabkan rendahnya tingkat TSH.
Tembaga juga dibutuhkan untuk memproduksi hormon tiroid. Kekurangan zat besi
dapat mengakibatkan berkurangnya efisiensi tiroid. Jadi makanlah hati,
jamur, Swiss chard, lobak dan bayam sebagai bagian dari diet harian.
d. Omega-3 : Asam lemak esensial ini berperan
penting untuk memastikan berfungsinya tiroid. Senyawa ini juga membantu
meningkatkan kepekaan sel-sel untuk hormon tiroid. Agar bisa mendapatkan asam
lemak Omega-3 dengan mengkonsumsi minyak ikan, sarden, salmon, biji rami,
daging sapi yang makan rumput, halibut, kedelai dan udang.
e. Minyak
kelapa: Ini
mungkin akan terdengar aneh, tapi memasak makanan dengan minyak
kelapa akan meningkatkan tingkat metabolisme dan membantu menurunkan berat badan. Hal ini karena peran
asam lemak rantai menengah yang terdapat dalam minyak kelapa. Biasanya, minyak
kelapa dianjurkan bagi orang yang telah didiagnosis dengan hipotiroidisme.
f. Antioksidan
dan Vitamin B: Vitamin A, C dan E merupakan antioksidan kuat yang membantu
untuk menghilangkan stres oksidatif yang dapat merusak tiroid. Juga harus
menyertakan makanan yang kaya vitamin B. Hal ini termasuk daging sapi,
telur, ayam, ikan, seafood, apel, jeruk, aprikot, semangka, wortel, bayam,
kacang polong, tomat, lobak, tanggal, kentang, kacang-kacangan,
kacang-kacangan, stroberi, buah jeruk dan biji-bijian untuk mendapatkan vitamin
A , C dan E. Sayuran berdaun hijau, ayam, telur, kacang-kacangan, kerang, hati,
bibit gandum, almond, kacang polong, kemiri dan biji-bijian sereal kaya akan
vitamin B, dan harus dimasukkan ke dalam diet untuk tiroid.
2.
Berikut makanan yang harus
dihindari penderita sakit kelenjar tiroid:
Sama seperti ada beberapa makanan yang bermanfaat bagi
kesehatan dan fungsi tiroid, ada beberapa makanan yang berbahaya untuk tiroid.
Oleh karena itu, harus mencari untuk menghindari makanan ini sama sekali.
a. Aspartam: Jika menggunakan aspartam sebagai
pemanis buatan, maka harus segera menghentikannya. Bahan ini telah
dikaitkan dengan penyakit Graves, dan banyak gangguan autoimun lainnya.
Kehadiran kimia dalam aspartam dapat menyebabkan reaksi imun dalam tubuh,
sehingga terjadi produksi antibodi tiroid dan peradangan tiroid.
b. Kedelai: Kedelai mengandung
isoflavongoitrogen, adalah senyawa yang mengganggu kemampuan kelenjar tiroid
bekerja optimal untuk menyerap yodium. harus menghindari makanan yang berbasis
kedelai, termasuk burger kedelai, tahu, susu kedelai, kecap, tempe, miso, dan
minyak kedelai. Juga pastikan tidak mengkonsumsi makanan olahan yang mengandung
kedelai.
c. Gluten: Gluten juga merupakan goitroge.
Selain itu, ini juga dapat memicu respons autoimun dalam tubuh jika sensitif.
Makanan dengan gluten meliputi gandum, barley, rye, dan sebagian besar makanan
olahan lain. Jadi, jauhkan makanan mengandung gluten ini dari diet harian.
d. Sayuran
silangan: Ini adalah sayuran, seperti Bunga kol, kubis, kubis Brussel
dan brokoli. Sayuran ini mengandung isothiocyanates yang goitrogen, yang dapat
mempengaruhi kesehatan dan kerja kelenjar tiroid. Ada ahli kesehatan yang
memperhitungkan bahwa mengkonsumsi sayuran silangan yang dimasak dapat
menghilangkan efek goitrogenik, dan memberikan banyak manfaat kesehatan. Namun,
berkonsultasilah dengan dokter sebelum memutuskan untuk makan sayuran ini. Jika
melakukannya, pastikan mengukus makanan ini dengan baik .
3.
Makanan yang dapat membantu
Menyembuhkan Tiroid :
Setelah mengetahui dengan masalah
tiroid, juga harus mengetahui makanan yang dapat membantu menyembuhkan
tiroid. Berikut ini diet makanan
untuk tiroid.
a.
Harus mencari makanan yang mengandung makronutrisi serta
mikronutrien. Cobalah untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran organik, karena
umumnya bebas dari racun bahan kimia dan hormon. Juga, umumnya sangat kaya
dengan nutrisi. Juga harus menambahkan beberapa makanan fermentasi, seperti
sauerkraut, kimchi, kefir dan yoghurt buatan sendiri, karena mereka kaya akan
probiotik.
b.
Ada banyak bakteri dalam saluran pencernaan, terutama adalah
bakteri yang menguntungkan. Mereka bermanfaat melindungi sistem pencernaan
terhadap bakteri patogen, dan membantu untuk menghilangkan racun, makanan yang
tidak tercerna, dan parasit. Banyak sisa makanan yang tidak tercerna bisa masuk
ke dalam aliran darah menyebabkan banyak masalah, seperti alergi makanan,
sistem kekebalan yang lemah, infeksi, penyakit dan alergi makanan. Hal
ini juga bisa berakhir dengan masalah tiroid yang tidak dapat berfungsi
optimal.
c.
Untuk menyembuhkan tiroid, pastikan menyertakan protein dan
lemak yang sehat. Hal ini dibutuhkan untuk memproduksi hormon, dan juga
membantu untuk menjaga saluran pencernaan yang sehat. Masukkan kenari, minyak
kelapa, alpukat dan mentega kelapa dalam diet untuk mendapatkan lemak sehat. Lemak hewani
adalah yang terbaik untuk menyembuhkan masalah sistem pencernaan, sehingga
pilih daging sapi dan lemakdari ayam.
d.
Untuk mendapatkan protein, bisa dari daging sapi yang makan
rumput, ayam, kalkun, dan ikan. Jika seorang vegan, cobalah untuk mendapatkan
protein melalui makan lentil, kacang-kacangan dan sumber vegetarian lainnya.
Sebaiknya hindari kedelai dan produk berbasis kedelai, karena mereka tidak
dianjurkan untuk orang dengan penyakit tiroid.
e.
Ada banyak herbal yang kaya mineral dan vitamin. Harus
mencarinya untuk memasukkan ke dalam diet. Cobalah mengkonsumsi mentah
untuk memastikan mineral dan vitamin tidak didenaturasi selama proses memasak.
Jika memiliki hipotiroidisme, konsumsilah kunyit, yang dikenal membantu penyembuhan
tiroid.
f.
Banyak orang dengan penyakit tiroid juga memiliki kelelahan
adrenal dan kortisol kronis. Orang-orang seperti harus mencari makanan yang
sehat bagi adrenal, seperti
bawang putih, bawang merah, kubis, sayuran berdaun hijau, buah-buahan segar,
bayam, pisang, lobak hijau dan almond. Makanan ini akan membantu untuk
mengembalikan fungsi adrenal.
g.
Pastikan juga untuk menghindari perasaan marah, cemburu atau
perasaan permusuhan, karena adrenal akan melepaskan kortisol yang memiliki efek
buruk pada kelenjar tiroid. Cobalah untuk dapat menenangkan diri dengan
melakukan kegiatan seperti menari, yoga atau melukis. Ini akan mencegah
kelelahan adrenal dan juga membantu untuk menjaga tingkat kortisol yang normal.
4.
Tips Diet tiroid lainnya:
a.
Banyak masalah tiroid telah dikaitkan dengan gangguan
autoimun. Akibatnya, ada banyak sel-sel kekebalan tubuh dan limfosit dalam
usus. Hal ini yang menjelaskan mengapa penderita seringkali juga mengeluh
diare, kembung, sembelit atau gas. Untuk ini perlu sesuatu atau makanan yang
dapat membantu melindungi tubuh dari bakteri, virus dan patogen lainnya. Untuk
tujuan ini harus mengubah diet untuk
menjaga usus sehat, yang tidak hanya akan membantu tiroid, tetapi juga
kesehatan secara keseluruhan.
b.
Tinggalkan jauh-jauh penggunaan bahan pengawet dan aditif
dalam makanan, karena hal ini beracun bagi tiroid. Juga, periksalah air minum, jika
mengandung fluoride, maka konsumsilah air non-fluoride. Hal ini karena fluoride
dikenal mempengaruhi kemampuan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon
tiroid, sehingga memperlambat kerja tiroid.
c.
Sebelum memulai diet untuk tiroid, buatlah satu titik untuk
mendetoksifikasi tubuh. Usus dan hati adalah tempat hormon T4 yang
diproduksi, dan tiroid yang akan mengubah menjadi T3. Untuk memastikan hati dan
usus bekerja secara optimal untuk mengkonversi T4 ke T3, harus mencoba untuk
mendetoksifikasinya dengan cara berpuasa selama beberapa hari. Jika tidak bisa
cepat, cobalah membuat jus detoks. Harus
mendetoksifikasi tubuh sebanyak dua kali setahun.
5.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan:
Meskipun ada banyak diet untuk
tiroid, perlu diketahui bahwa rencana diet tertentu mungkin tidak cocok bagi
semua orang. Hal ini karena setiap individu memiliki tubuh yang unik,
serta cara menyembuhkan yang juga berbeda. Makanan yang sesuai dengan tubuh
mungkin tidak sesuai dengan orang lain. Itulah mengapa harus mencoba metode
trial and error ketika memulai diet tiroid. Meskipun demikian, diet untuk
tiroid terbukti bisa bermanfaat untuk membantu meringankan gejala-gejala,
dan memfasilitasi penyembuhan kelenjar tiroid.
Jika merasakan masalah dengan penyakit tiroid, kunjungi
dokter untuk mendapatkan tes hormon tiroid. Hal ini akan memungkinkan untuk
mengetahui, apakah dengan hormon tiroid yang rendah atau tinggi. Berdasarkan
apa yang memiliki hiper atau hipotiroidisme, maka dokter akan meresepkan obat
yang harus diminum dengan diarahkan. Selain itu, berkonsultasilah juga dengan
ahli gizi untuk membuat rencana diet untuk membantu tiroid. Dengan minum obat
dan melaksanakan diet tiroid yang sehat, tidak hanya akan membantu kelenjar
tiroid, tetapi juga akan merasa lebih baik dan sehat.
Diet ini akan memberikan semua nutrisi penting untuk
kelenjar tiroid agar bisa berfungsi dengan baik, serta hindari makanan
goitrogenik yang bisa menyebabkan kerusakan pada tiroid.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium
(GAKI) adalah salah satu masalah gizi utama lain di Indonesia.
Penyebabnya adalah rendahnya konsumsi iodium dalam makanan sehari-hari. Untuk
mengatasiunya maka pemerintah mewajibkan garam untuk difortifikasi dengan
iodium. Akibat kekurangan iodium adalah rendahnya IQ, membesarnya kelenjar
gondik dan timbulnya kretinisme.
Yang paling sering digunakan untuk
melawan GAKY adalah program garam beryodium dan suplementasi minyak beryodium.
Penyuluhan kesehatan secara berkala pada masyarakat perlu dilakukan, demikian
juga perlu diberikan penjelasan pada pembuat keputusan, dan tentunya juga
diberikan tambahan pengetahuan kepada tenaga kesehatan.
Selanjutnya yang penting juga
adalah penelitian tentang GAKY dengan pendekatan multidisiplin, baik klinis,
eksperimental maupun epidemiologi, untuk menemukan cara yang terjamin dan mudah
penerapannya.
B. Saran
Dengan memberikan sumber
informasi mengenai masalah GAKY kepada masyarakat itu sudah bisa membantu
melakukan pencegahan, penanggulangan dan pengobatan terhadap penyakit GAKY.
.jpg)