Laman

Sabtu, 13 Agustus 2016

MAKALAH Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia dan tersebar hampir di seluruh provinsi dan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menghambat peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia.  Kekurangan iodium ini tidak hanya memicu pembesaran kelenjar gondok, bisa juga timbul kelainan lain seperti kretinisme ( kerdil ), bisu, tuli, gangguan mental dan gangguan neuromotor. Untuk itu, penting menerapkan pola makan sadar iodium sejak dini ( ariefardiasnyah.blogspot.com, 2011 ).
Sebagian besar penderita GAKY mempunyai IQ sepuluh poin di bawah potensinya. Di antara mereka yang lahir normal, dengan konsumsi diet rendah yodium akan menjadi anak yang kurang intelegensinya, bodoh, lesu dan apatis dalam kehidupannya. Sehingga, kekurangan yodium pada anak akan menyebabkan kesulitan belajar. Risiko itu karena kekurangan yodium dalam dietnya dan berpengaruh pada awal perkembangan otaknya. Yodium merupakan elemen yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroid. Hormon itu sangat diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan mental dan fisik, baik pada manusia maupun hewan. Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher (ennhyryan.blogspot.com, 2011).
Upaya pencegahan dan penanggulangan GAKY yaitu dengan memberikan unsur yodium telah lama dilakukan oleh pemerintah. Yodium merupakan mikronutrien penting untuk pembentukan hormon tiroid.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
2. Apakah penyebab Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
3. Bagaimana cara mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?
4. Bagaimana diet bagi penderita Gangguan Akibat Kekurangan Yodium?

C.      Tujuan Penulisan
1.        Tujuan Umum
    Untuk mengetahui bagaimana gambaran permasalahan GAKY di Indonesia.

2.        Tujuan Khusus
a. Dapat menjelaskan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
b. Dapat menjelaskan penyebab Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
c. Dapat menjelaskan cara mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium.
d. Dapat menjelaskan cara diet bagi penderita Gangguan Akibat Kekurangan Yodium

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Definisi Yodium
Yodium adalah suatu unsur elemen non metal, diperlukan oleh manusia untuk sintesis hormon tiroid, sebagai unsur penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Pada umumnya yodium di atas bumi ditemukan di lautan, dan di dalam tanah yang subur. Semakin tua dan semakin terbuka permukaan tanah, semakin mudah yodium larut karena erosi. Meskipun kadar yodium dalam air laut dan udara sedikit, tetapi masih merupakan sumber utama yodium di alam. Karena yodium larut dalam air, maka erosi akan mempengaruhi unsur ini ke laut ( Depkes RI, 2003 dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).
Yodium alam bersumber dari :
1.      Air tanah bergantung pada air yang berasal dari batuan jenis tertentu ( kadar paling tinggi berasal dari igneous rock, 900 ug/kg bahan ).
2.      Air laut mengandung sedikit yodium, demikian pula garam pada umumnya.
3.      Plankton dan ganggang laut berkadar yodium tinggi sebab organisme ini mengkonsentrasikan yodium dari lingkungan sekitarnya.
4.      Sumber bahan organik yang berada dalam oksidan, desinfektan, yodoform, zat warna untuk makanan dan kosmetik dan sekarang ini banyak vitamin yang menambah unsur ini juga.
5.      Ikan laut, cumi-cumi yang dikeringkan mengandung banyak yodium ( Asih Luh Gatie, 2006 ).

Almatsier ( 2003 ), yodium adalah bahan dasar essensial untuk pembentukan hormon tiroid. Yodium yang dimakan akan berubah menjadi yodida dan diserap tubuh. Organ utama yang memanfaatkan yodium adalah tiroid untuk membentuk hormon tiroid dan ginjal yang akan rnengeluarkannya ke dalam urin. Sintesis dan sekresi hormon tiroid pada kecepatan normal diperlukan kurang lebih 120 μg per hari. Kelenjar tiroid mengeluarkan 80 μg per hari sebagai yodium dalam triyodotironin dan tiroksin, dan melepaskan 40 μg yodium ke dalam cairan ekstraseluler, yang kebanyakan berasal dari deyodinasimono dan diyodotirosin. Triyodotironin dan tiroksin akan dimetabolisir dalam hati dan jaringan lain, dan akan melepaskan 60 μg yodium ke dalam cairan ekstraseluler. Sebagian derivat hormon tiroid dikeluarkan ke dalam empedu dan sebagian yodiumnya akan diserap kembali ( sirkulasi enterohepatik ), namun ada sejumlah yodium yang dibuang dalam tinja dan urin ( dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).
Fungsi yodium merupakan bagian integral dari kedua macam hormon tiroksin/triiodotironin ( T3 ) dan tetraiodotironin ( T4 ). Peran hormon tiroid terhadap metabolisme protein merupakan dasar efek hormon tersebut terhadap proses tumbuh kembang didukung pula dengan pengaruhnya terhadap metabolisme karbohidrat antara lain meningkatkan absorpsi glukosa dari saluran pencernaan dan meningkatkan tangkapan glukosa oleh jaringan lemak dan otot. Tiroksin dapat merangsang metabolisme sampai 30 %. Di samping itu kedua hormon ini mengatur suhu tubuh, reproduksi, pembentukan sel darah merah serta fungsi otot dan saraf. Yodium berperan pula dalam perubahan karoten menjadi bentuk aktif vitamin A, sintesis protein dan absorpsi karbohidrat dari saluran cerna. Yodium berperan pula dalam sintesis kolesterol darah ( Almatsier, 2003 dalam Asih Luh Gatie, 2006).
Yodium masuk ke dalam tubuh bersama makanan dan minuman dalam bentuk yodium anorganik. Sebagian besar yodium anorganik akan diekskresikan lewat urin, oleh sebab itu kadar yodium dalam urin akan menggambarkan diet seseorang. Yodium dianggap berlebihan apabila jumlahnya melebihi jumlah yang diperlukan untuk sintesis hormon secara fisiologis. Terjadinya yodium yang berlebihan ( Iodide excess ) apabila yodium dikonsumsi dalam dosis cukup besar dan terus menerus akan mengakibatkan terjadinya inhibisi hormon genesis khususnya yodinisasi tironin dan selanjutnya dapat terjadi gondok ( Djokomoeljanto, 1993 dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).
Ganong ( 1979 ), pemberian yodium yang berlebihan dapat mempercepat gejala klinis hipertiroidisme pada penderita penyakit Grave laten. Pada hipertiroidisme yodida dalam dosis tinggi secara teratur menghambat sekresi hormon tiroid. Dengan demikian peranan yodida dalam faal tiroid sangatlah unik, dalam jumlah kecil diperlukan untuk fungsi tiroid normal, sedang dalam jumlah besar bersifat menghambat bila kelenjar hiperplastik. Hetzel ( 1989 ), transpor hormon tiroid dalam sirkulasi dilakukan oleh globulin, albumin dan prealbumin. Fungsi protein transpor adalah untuk mencegah hormon keluar sirkulasi lewat urin dan berfungsi sebagai simpanan hormon dan menjaga kadar hormon bebas. Lebih dari 99,7 % T3 dan 99,97 % T4 terikat protein. Hormon yang mempunyai efek biologik adalah hormon bebas. Waktu paruh T4 dalam serum adalah 8 hari sedangkan T3 hanya 8 jam, namun hal ini dapat diatasi karena T4 dapat diubah menjadi T3. Untuk mencukupi kebutuhan hormon tiroid di perifer, sekresi diatur autoregulasi dan regulasi ekstra tiroidal yang dilakukan oleh TSH yang disekresi oleh hipofisis, sementara sekresi TSH dirangsang oleh TRH yang disekresi oleh hipotalamus ( dalam Asih Luh Gatie, 2006 ).

Kebutuhan yodium setiap hari di dalam makanan yang dianjurkan saat ini adalah :
1.      50 mikrogram untuk bayi ( 12 bulan pertama ).
2.      90 mikrogram untuk anak ( usia 2-6 tahun ).
3.      120 mikrogram untuk anak usia sekolah ( usia 7-12 tahun ).
4.      150 mikrogram untuk dewasa ( diatas usia 12 tahun ).
5.      200 mikrogram untuk ibu hamil dan menyusui
 Kebutuhan Iodium dan Besi pada bayi hingga orang dewasa.
Kriteria
Iodium, mg
Besi, mg
Bayi
35-45
10-15
Anak-anak
60-110
10-15
Pria
130-150
10-18
Wanita
100-115
18
Wanita hamil
125
18
Masa laktasi
150
18
Sumber : Depkes 1996


B.       Definisi Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (Iodine Deficiency Disorder) adalah gangguan tubuh yang disebabkan oleh kekurangan iodium sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid. Definisi lain, GAKY merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium, akibat kekurangan Yodium ini dapat menimbulkan penyakit salah satu yang sering dikenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok.
Dimana akibat defisiensi iodium ini merupakan suatu spektrum yang luas dan mengenai semua segmen usia, dari fetus hingga dewasa. Dengan demikian jelaslah bahwa gondok tidak identik dengan GAKI. Dengan demikian kepentingan klinisnya tidak saja didasarkan atas akibat desakan mekanis yang ditimbulkan oleh gondok, tetapi justru gangguan fungsi lain yang dapat dan sering menyertainya seperti gangguan perkembangan mental dan rendahnya IQ, hipotiroidisme, dan kretin. Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid yang melebihi normal. Hipotiroidi adalah kondisi di mana tubuh tidak memperoleh cukup hormon tiroid. Kondisi ini mengakibatkan penderita menjadi malas, mengantuk, kulit kering, tidal(tahan dingin dan konstipasi). Hormon tiroid berperan dalam proses pertumbuhan otak dan sistim saraf. Oleh karena itu anak penderita hipotiroidi mengalami hambatan dalam pertumbuhan fisik dan keterbelakangan mental. Keterbelakangan fisik dan mental yang dikenal, akan tetapi seringkali kondisi ini ringan hingga sulit diketahui kecuali dengan diagnosis yang baik.
Gejala yang sering tampak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan , seperti:
·      Reterdasi mental
·      Gangguan pendengaran
·      Gangguan bicara
·      Hipertiroid (Pembesaran Kelenjar Tiroid/Gondok)
·      Kretinisme biasanya pada anak-anak
C.       Penyebab Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )
Yodium dalam tubuh berada dalam bentuk Iodida (I2)Menyusun tubuh kurang lebih 15-20 mg, sangat bervariasi antar individu, tergantung wilayah tempat tinggal (kandungan yodium dalam tanah, airtanaman, dan pangan sumberyodium yang dikonsumsi. Fungsi yodium dalam tubuh, bersama hormon-hormon tiroid, adalah : berperan dalam mengatur suhu tubuh, laju pelepasanenergi selama metabolisme basal (BMR), laju penggunaan oksigen oleh sel, pertumbuhan, perkembangan sistem syaraf, pertumbuhan linier, dan pembentukan panas tubuhPenyerapan yodium sangat cepat dan mudah.Yodium terutama terkonsentrasi pd kelenjar tiroid (70-80%)yang berperan dalam pembentukan hormon T3-triiodothyronin dan T4–tetra Iodothyronine/tyroxin. Pelepasan hormon tiroid ke dlm darah dipacu oleh TSH (Thyroid Stimulating Hormon).
Faktor – Faktor penyebab masalah GAKI antara lain :
1.      Faktor Defisiensi Iodium dan  Iodium Excess
Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKI.  Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinyaIodium Excess terjadi apabila iodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus, seperti yang dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi ganggang laut dalam jumlah yang besar.  Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling.
2.      Faktor  Geografis dan Non Geografis
GAKI sangat erat hubungannya dengan letak geografis  suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur SelatanDaerah yang biasanya mendapat suplai  makanannya dari daerah lain sebagai  penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya.  Dalam jangka waktu yang lama namun pasti  daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium.
3.      Faktor Bahan Pangan Goiterogenik
Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan.  Salah satunya  adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik. Zat goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari  akan menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Giterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Selain itu, zat goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat. Beberapa jenis Goitrogen yaitu:
a.       Kelompok Tiosianat atau senyawa mirip tiosianat
contoh: ubi kayu, jagung, rebung, ubi jalar, buncis besar
b.      Kelompok tiourea, tionamide, tioglikoside, vioflavanoid dan disulfida alifatik, contoh : berbagai makanan pokok di daerah tropis seperti sorgum, kacang-kacangan, bawang merah dan bawang putih

c.       Kelompok Sianida
Contoh: daun + umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir, dan terung
d.      Kelompok Mimosin
contoh: pete cina dan lamtoro
e.       Kelompok Isothiosianat
contoh: daun pepaya
f.       Kelompok Asam
contoh: jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka
4.      Faktor Zat Gizi Lain
Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon.  Baik T3 maupun T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan bebas.  Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya Tdan T4bebas,  dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid akhirnya menurun.
D.      Pencegahan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKY )
Kegiatan pencegahandan penaggulangan GAKI yang telah dilakukan oleh pemerintah meliputi komunikasi , informasi dan edukasi (KIE ) terhadap penaggulangan GAKI yang tertuju pada 3 ( tiga ) kelompok sasaran yaitu :
1.      Para perencana, pengelola dan pelaksana program.
2.      Masyasarakat didaerah gondok  endemik.
3.      Masyarakat di luar daerah gondok endemik.
Intervensi GAKI terus dilakukan dengan bantuan sejumlah badan dunia. Program intensifikasi penanggulangan GAKI yang berlangsung tahun 1997 – 2003 bertujuan menurunkan prevalensi GAKI lewat pemantauan status GAKI pada penduduk, meningkatkan persediaan garam beriodium serta meningkatkan kerja sama lintas sektoral. Upaya penanggulangan GAKI sudah dimulai sejak pemerintahan Belanda melalui distribusi garam beryodim ke daerah endemik berat. Penanggulangan GAKI dilakukan dalam dua jangka waktu, yaitu :
Jangka Panjang: suplementasi tidak langsung melalui fortifikasi garam konsumsi dengan iodium dimana program ini disebut garam iodium.
Jangka pendek: suplementasi langsung dengan ,minyak iodium baik secara oral maupun suntikan lipiodol. Upaya ini hanya ditunjukkan pada daerah endemik berat dan telah dilaksanakan sejak tahun 1974
Menurut ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan RI 1986, kandungan KIO3 yang dianjurkan adalah 40 ppm. Iodium diperlukan semata – mata untuk biosintesis hormon thyuroid yang mengandung iodium. Kebutuhan iodium meningkat pada kaum remaja dan kehamilan. Banyaknya metoda suplementasi Iodium tergantung pada beratnya GAKI pada populasi, grade iodium urine dan prevalensi goiter dan kretinism.
a.       GAKY ringan:
Prevalensi goiter : 5 – 19,9% (anak sekolah)
Iodium urine : 50 – 99mg/lt
Dieliminasi dengan garam berjodium.
b.      GAKY sedang :
Prevalensi goiter : 20 – 29,9% dan beberapa hypothyroidism.
Iodium urine : 20 – 49 mg/hr
Dapat dikontrol dengan garam berjodium (biasanya 20 – 40 mg/kg pada tingkat rumahtangga) Disamping itu minyak beriodium diberi secara oral atau suntik yang dikoordinasi melalui puskesmas.
c.       GAKY berat :
Prevalensi goiter : 30%, endemic cretinism
Iodium urine : < 20 mg/l
Penanganannya : minyak beriodium diberikan sampai sistim garam berjodium efektif, jika sistim saraf pusat dicegah dengan sempurna.
E.       Dampak Gaky
1.      Terhadap Pertumbuhan
·         Pertumbuhan yang tidak normal.
·         Pada keadaan yang parah terjadi kretinisme
·         Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan
·         Tingkat kecerdasan yang rendah
·         Mulut menganga dan lidah tampak dari luar
2.      Kelangsungan Hidup
·         Neonatus dan Ibu hamil
Ketika kita bicara mengenai neonatus dan ibu hamil maka terbayang proses pertumbuhan fetus intrauterin, yang umumnya mengikuti satu pola. Perkembangan otak dan intelegensi tepat mutlak perlu untuk manifestasi yang ‘sempurna’ di kemudian hari.
Perkembangan fetus ibu hipotiroidisme primer yang hamil berbeda dengan perkembangan fetus ibu hipotiroidisme yang disebabkan karena defisiensi yodium.
Patofisiologi yang jelas dan tegas belum terbukti hingga sekarang. Sumbangan pengetahuan di atas tidak hanya penting untuk memahami dan mendalami peristiwa yang terjadi di daerah dengan defisiensi berat saja (dengan adanya sindrom GAKI, lebih-lebih mekanisme terjadinya kretin endemik baik miksudematosa maupun kretin tipe nervosa) tetapi juga penting untuk upaya pencegahan.
·         Pada Janin
Kekurangan yodium pada janin akibat Ibunya kekurangan yodium. Keadaan ini akan menyebabkan besarnya angka kejadian lahir mati, abortus, dan cacat bawaan, yang semuanya dapat dikurangi dengan pemberian yodium. Akibat lain yang lebih berat pada janin yang kekurangan yodium adalah kretin endemic.
Kretin endemik ada dua tipe, yang banyak didapatkan adalah tipe nervosa, ditandai dengan retardasi mental, bisu tuli, dan kelumpuhan spastik pada kedua tungkai. Sebaliknya yang agak jarang terjadi adalah tipe hipotiroidisme yang ditandai dengan kekurangan hormon tiroid dan kerdil.
Penelitian terakhir menunjukkan, transfer T4 dari ibu ke janin pada awal kehamilan sangat penting untuk perkembangan otak janin. Bilamana ibu kekurangan yodium sejak awal kehamilannya maka transfer T4 ke janin akan berkurang sebelum kelenjar tiroid janin berfungsi.
Jadi perkembangan otak janin sangat tergantung pada hormon tiroid ibu pada trimester pertama kehamilan, bilamana ibu kekurangan yodium maka akan berakibat pada rendahnya kadar hormon tiroid pada ibu dan janin. Dalam trimester kedua dan ketiga kehamilan, janin sudah dapat membuat hormon tiroid sendiri, namun karena kekurangan yodium dalam masa ini maka juga akan berakibat pada kurangnya pembentukan hormon tiroid, sehingga berakibat hipotiroidisme pada janin.

·         Pada Saat Bayi Baru Lahir
Yang sangat penting diketahui pada saat ini, adalah fungsi tiroid pada bayi baru lahir berhubungan erat dengan keadaan otak pada saat bayi tersebut lahir. Pada bayi baru lahir, otak baru mencapai sepertiga, kemudian terus berkembang dengan cepat sampai usia dua tahun. Hormon tiroid pembentukannya sangat tergantung pada kecukupan yodium, dan hormon ini sangat penting untuk perkembangan otak normal.
Di negara sedang berkembang dengan kekurangan yodium berat, penemuan kasus ini dapat dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik talipusat segera setelah bayi lahir untuk pemeriksaan kadar hormon T4 dan TSH. Disebut hipotiroidisme neonatal, bila didapatkan kadar T4 kurang dari 3 mg/dl dan TSH lebih dari 50 mU/mL.
Pada daerah dengan kekurangan yodium yang sangat berat, lebih dari 50% penduduk mempunyai kadar yodium urin kurang dari 25 mg pergram kreatinin, kejadian hipotiroidisme neonatal sekitar 75-115 per 1000 kelahiran. Yang sangat mencolok, pada daerah yang kekurangan yodium ringan, kejadian gondok sangat rendah dan tidak ada kretin, angka kejadian hipotiroidisme neonatal turun menjadi 6 per 1000 kelahiran.
Dari pengamatan ini disimpulkan, bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka hipotiroidisme akan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental sangat tinggi. Pada populasi di daerah kekurangan yodium berat ditandai dengan adanya penderita kretin yang sangat mencolok.
·         Pada Masa Anak
Penelitian pada anak sekolah yang tinggal di daerah kekurangan yodium menunjukkan prestasi sekolah dan IQ kurang dibandingkan dengan kelompok umur yang sama yang berasal dari daerah yang berkecukupan yodium. Dari sini dapat disimpulkan kekurangan yodium mengakibatkan keterampilan kognitif rendah. Semua penelitian yang dikerjakan di daerah kekurangan yodium memperkuat adanya bukti kekurangan yodium dapat menyebabkan kelainan otak yang berdimensi luas.
Dalam penelitian tersebut juga ditegaskan, dengan pemberian koreksi yodium akan memperbaiki prestasi belajar anak sekolah. Faktor penentu kadar T3 otak dan T3 kelenjar hipofisis adalah kadar T4 dalam serum, bukan kadar T3 serum, sebaliknya terjadi pada hati, ginjal dan otot. Kadar T3 otak yang rendah, yang dapat dibuktikan pada tikus yang kekurangan yodium, didapatkan kadar T4 serum yang rendah, akan menjadi normal kembali bila dilakukan koreksi terhadap kekurangan yodiumnya.
Keadaan ini disebut sebagai hipotiroidisme otak, yang akan menyebabkan bodoh dan lesu, hal ini merupakan tanda hipotiroidisme pada anak dan dewasa. Keadaan lesu ini dapat kembali normal bila diberikan koreksi yodium, namun lain halnya bila keadaan yang terjadi di otak. Ini terjadi pada janin dan bayi yang otaknya masih dalam masa perkembangan, walaupun diberikan koreksi yodium otak tetap tidak dapat kembali normal.
·         Pada Dewasa
Pada orang dewasa, dapat terjadi gondok dengan segala komplikasinya, yang sering terjadi adalah hipotiroidisme, bodoh, dan hipertiroidisme. Karena adanya benjolan/modul pada kelenjar tiroid yang berfungsi autonom. Disamping efek tersebut, peningkatan ambilan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kekurangan yodium meningkatkan risiko terjadinya kanker kelenjar tiroid bila terkena radiasi.

F.        Diet pada Penderita Gangguan Akibat Kekuranga Yodium ( GAKY )
Makanan yang dimakan berperan besar untuk kesehatan tiroid. Ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan tiroid, yang berguna agar tiroid berfungsi dengan optimal.
1.    Berikut nutrisi yang perlu dimasukkan kedalam diet harian :
a.    Yodium: Tiroid menyerap yodium dari makanan yang di makan. Dibutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon tiroid. Jika diet tidak mengandung kadar yodium yang cukup, maka kemampuan tiroid untuk membuat hormon menjadi rusak, dan ini akan berefek buruk pada seluruh kesehatan tubuh. Meskipun bisa mendapatkan yodium dengan cara mengkonsumsi garam beryodium, namun faktanya banyak wanita usia subur kekurangan yodium karena tidak cukup memperoleh yodium melalui diet. Jika tak ingin kekurangan yodium, bisa menambahkan rumput laut ke dalam diet. Rumput laut seperti nori, kombu, wakame dan hijiki, adalah sumber alami yang kaya akan yodium. Tapi jangan berlebihan mengkonsumsinya, karena terlalu banyak yodium juga dapat menyebabkan masalah tiroid dan membuat gejala menjadi lebih buruk.
b.      Selenium: Mineral ini dibutuhkan jika ingin kelenjar tiroid dapat berfungsi dengan benar. Hal ini diperlukan untuk memproduksi dan mengatur kadar T3. Konsumsi makananlah makanan seperti kakap, tuna, betis hati, jamur shitake, udang, cod, dan kacang Brazil, yang secara alami kaya selenium.
c.       Seng, Tembaga dan Zat Besi: Mineral ini diperlukan untuk fungsi tiroid yang optimal. Rendahnya tingkat zinc telah dilaporkan menyebabkan rendahnya tingkat TSH. Tembaga juga dibutuhkan untuk memproduksi hormon tiroid. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan berkurangnya efisiensi tiroid. Jadi makanlah  hati, jamur, Swiss chard, lobak dan bayam sebagai bagian dari diet harian.
d.      Omega-3 : Asam lemak esensial ini berperan penting untuk memastikan berfungsinya tiroid. Senyawa ini juga membantu  meningkatkan kepekaan sel-sel  untuk hormon tiroid. Agar bisa mendapatkan asam lemak Omega-3 dengan mengkonsumsi minyak ikan, sarden, salmon, biji rami, daging sapi yang makan rumput, halibut, kedelai dan udang.
e.       Minyak kelapa: Ini mungkin akan terdengar aneh, tapi memasak makanan dengan minyak kelapa akan meningkatkan tingkat metabolisme dan membantu  menurunkan berat badan. Hal ini karena peran asam lemak rantai menengah yang terdapat dalam minyak kelapa. Biasanya, minyak kelapa dianjurkan bagi orang yang telah didiagnosis dengan hipotiroidisme.
f.       Antioksidan dan Vitamin BVitamin A, C dan E merupakan antioksidan kuat yang membantu untuk menghilangkan stres oksidatif yang dapat merusak tiroid. Juga harus menyertakan makanan yang kaya vitamin B. Hal ini termasuk daging sapi, telur, ayam, ikan, seafood, apel, jeruk, aprikot, semangka, wortel, bayam, kacang polong, tomat, lobak, tanggal, kentang, kacang-kacangan, kacang-kacangan, stroberi, buah jeruk dan biji-bijian untuk mendapatkan vitamin A , C dan E. Sayuran berdaun hijau, ayam, telur, kacang-kacangan, kerang, hati, bibit gandum, almond, kacang polong, kemiri dan biji-bijian sereal kaya akan vitamin B, dan harus dimasukkan ke dalam diet untuk tiroid.
2.    Berikut makanan yang harus dihindari penderita sakit kelenjar tiroid:
Sama seperti ada beberapa makanan yang bermanfaat bagi kesehatan dan fungsi tiroid, ada beberapa makanan yang berbahaya untuk tiroid. Oleh karena itu, harus mencari untuk menghindari makanan ini sama sekali.
a.       Aspartam: Jika menggunakan aspartam sebagai pemanis buatan, maka harus segera menghentikannya. Bahan ini  telah dikaitkan dengan penyakit Graves, dan banyak gangguan autoimun lainnya. Kehadiran kimia dalam aspartam dapat menyebabkan reaksi imun dalam tubuh, sehingga terjadi produksi antibodi tiroid dan peradangan tiroid.
b.      Kedelai: Kedelai mengandung isoflavongoitrogen, adalah senyawa yang mengganggu kemampuan kelenjar tiroid bekerja optimal untuk menyerap yodium. harus menghindari makanan yang berbasis kedelai, termasuk burger kedelai, tahu, susu kedelai, kecap, tempe, miso, dan minyak kedelai. Juga pastikan tidak mengkonsumsi makanan olahan yang mengandung kedelai.
c.       Gluten: Gluten juga merupakan goitroge. Selain itu, ini juga dapat memicu respons autoimun dalam tubuh jika sensitif. Makanan dengan gluten meliputi gandum, barley, rye, dan sebagian besar makanan olahan lain. Jadi, jauhkan makanan mengandung gluten ini dari diet harian.
d.      Sayuran silangan: Ini adalah sayuran, seperti Bunga kol, kubis, kubis Brussel dan brokoli. Sayuran ini mengandung isothiocyanates yang goitrogen, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kerja kelenjar tiroid. Ada ahli kesehatan yang memperhitungkan bahwa mengkonsumsi sayuran silangan yang dimasak dapat menghilangkan efek goitrogenik, dan memberikan banyak manfaat kesehatan. Namun, berkonsultasilah dengan dokter sebelum memutuskan untuk makan sayuran ini. Jika melakukannya, pastikan mengukus makanan ini dengan baik .
3.      Makanan yang dapat membantu Menyembuhkan Tiroid  :
Setelah mengetahui dengan masalah tiroid, juga harus mengetahui makanan yang dapat membantu menyembuhkan tiroid. Berikut ini diet makanan untuk tiroid.
a.     Harus mencari makanan yang mengandung makronutrisi serta mikronutrien. Cobalah untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran organik, karena umumnya bebas dari racun bahan kimia dan hormon. Juga, umumnya sangat kaya dengan nutrisi. Juga harus menambahkan beberapa makanan fermentasi, seperti sauerkraut, kimchi, kefir dan yoghurt buatan sendiri, karena mereka kaya akan probiotik.
b.       Ada banyak bakteri dalam saluran pencernaan, terutama adalah bakteri yang menguntungkan. Mereka bermanfaat melindungi sistem pencernaan terhadap bakteri patogen, dan membantu untuk menghilangkan racun, makanan yang tidak tercerna, dan parasit. Banyak sisa makanan yang tidak tercerna bisa masuk ke dalam aliran darah menyebabkan banyak masalah, seperti alergi makanan, sistem kekebalan yang lemah, infeksi, penyakit dan alergi makanan.  Hal ini juga bisa berakhir dengan masalah tiroid  yang tidak dapat berfungsi optimal.
c.        Untuk menyembuhkan tiroid, pastikan menyertakan protein dan lemak yang sehat. Hal ini dibutuhkan untuk memproduksi hormon, dan juga membantu untuk menjaga saluran pencernaan yang sehat. Masukkan kenari, minyak kelapa, alpukat dan mentega kelapa dalam diet  untuk mendapatkan lemak sehat. Lemak hewani adalah yang terbaik untuk menyembuhkan masalah sistem pencernaan, sehingga pilih daging sapi dan lemakdari ayam.
d.       Untuk mendapatkan protein, bisa dari daging sapi yang makan rumput, ayam, kalkun, dan ikan. Jika seorang vegan, cobalah untuk mendapatkan protein melalui makan lentil, kacang-kacangan dan sumber vegetarian lainnya. Sebaiknya hindari kedelai dan produk berbasis kedelai, karena mereka tidak dianjurkan untuk orang dengan penyakit tiroid.
e.        Ada banyak herbal yang kaya mineral dan vitamin. Harus mencarinya untuk memasukkan  ke dalam diet. Cobalah mengkonsumsi mentah untuk memastikan mineral dan vitamin tidak didenaturasi selama proses memasak. Jika memiliki hipotiroidisme, konsumsilah kunyit, yang dikenal membantu penyembuhan tiroid.
f.        Banyak orang dengan penyakit tiroid juga memiliki kelelahan adrenal dan kortisol kronis. Orang-orang seperti harus mencari makanan yang sehat bagi adrenal, seperti bawang putih, bawang merah, kubis, sayuran berdaun hijau, buah-buahan segar, bayam, pisang, lobak hijau dan almond. Makanan ini akan membantu untuk mengembalikan fungsi adrenal.
g.        Pastikan juga untuk menghindari perasaan marah, cemburu atau perasaan permusuhan, karena adrenal akan melepaskan kortisol yang memiliki efek buruk pada kelenjar tiroid. Cobalah untuk dapat menenangkan diri dengan melakukan kegiatan seperti menari, yoga atau melukis. Ini akan mencegah kelelahan adrenal dan juga membantu untuk menjaga tingkat kortisol yang normal.
4.      Tips Diet tiroid lainnya:
a.       Banyak masalah tiroid telah dikaitkan dengan gangguan autoimun. Akibatnya, ada banyak sel-sel kekebalan tubuh dan limfosit dalam usus. Hal ini yang menjelaskan mengapa penderita seringkali juga mengeluh diare, kembung, sembelit atau gas. Untuk ini perlu sesuatu atau makanan yang dapat membantu melindungi tubuh dari bakteri, virus dan patogen lainnya. Untuk tujuan ini  harus mengubah diet untuk menjaga usus sehat, yang tidak hanya akan membantu tiroid, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.
b.       Tinggalkan jauh-jauh penggunaan bahan pengawet dan aditif dalam makanan, karena hal ini beracun bagi tiroid. Juga, periksalah air minum, jika mengandung fluoride, maka konsumsilah air non-fluoride. Hal ini karena fluoride dikenal mempengaruhi kemampuan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid, sehingga memperlambat kerja tiroid.
c.        Sebelum memulai diet untuk tiroid, buatlah satu titik untuk mendetoksifikasi tubuh. Usus dan hati adalah tempat hormon T4  yang diproduksi, dan tiroid yang akan mengubah menjadi T3. Untuk memastikan hati dan usus bekerja secara optimal untuk mengkonversi T4 ke T3, harus mencoba untuk mendetoksifikasinya dengan cara berpuasa selama beberapa hari. Jika tidak bisa cepat, cobalah membuat jus detoks.  Harus mendetoksifikasi tubuh sebanyak dua kali setahun.
5.      Hal yang Perlu Dipertimbangkan:
Meskipun ada banyak diet untuk tiroid, perlu diketahui bahwa rencana diet tertentu mungkin tidak cocok bagi semua orang. Hal ini  karena setiap individu memiliki tubuh yang unik, serta cara menyembuhkan yang juga berbeda. Makanan yang sesuai dengan tubuh mungkin tidak sesuai dengan orang lain. Itulah mengapa harus mencoba metode trial and error ketika memulai diet tiroid. Meskipun demikian, diet untuk tiroid  terbukti bisa bermanfaat untuk membantu meringankan gejala-gejala, dan memfasilitasi penyembuhan kelenjar tiroid.
Jika merasakan masalah dengan penyakit tiroid, kunjungi dokter untuk mendapatkan tes hormon tiroid. Hal ini akan memungkinkan untuk mengetahui, apakah dengan hormon tiroid yang rendah atau tinggi. Berdasarkan apa yang memiliki hiper atau hipotiroidisme, maka dokter akan meresepkan obat yang harus diminum dengan diarahkan. Selain itu, berkonsultasilah juga dengan ahli gizi untuk membuat rencana diet untuk membantu tiroid. Dengan minum obat dan melaksanakan diet tiroid yang sehat, tidak hanya akan membantu kelenjar tiroid, tetapi juga akan merasa lebih baik dan sehat.
Diet ini akan memberikan semua nutrisi penting untuk kelenjar tiroid agar bisa berfungsi dengan baik, serta hindari makanan goitrogenik yang bisa menyebabkan kerusakan pada tiroid.

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)  adalah salah satu masalah gizi utama lain di Indonesia. Penyebabnya adalah rendahnya konsumsi iodium dalam makanan sehari-hari. Untuk mengatasiunya maka pemerintah mewajibkan garam untuk difortifikasi dengan iodium. Akibat kekurangan iodium adalah rendahnya IQ, membesarnya kelenjar gondik dan timbulnya kretinisme.
Yang paling sering digunakan untuk melawan GAKY adalah program garam beryodium dan suplementasi minyak beryodium. Penyuluhan kesehatan secara berkala pada masyarakat perlu dilakukan, demikian juga perlu diberikan penjelasan pada pembuat keputusan, dan tentunya juga diberikan tambahan pengetahuan kepada tenaga kesehatan.
Selanjutnya yang penting juga adalah penelitian tentang GAKY dengan pendekatan multidisiplin, baik klinis, eksperimental maupun epidemiologi, untuk menemukan cara yang terjamin dan mudah penerapannya.
B.   Saran

Dengan memberikan sumber informasi mengenai masalah GAKY kepada masyarakat itu sudah bisa membantu melakukan pencegahan, penanggulangan dan pengobatan terhadap penyakit GAKY.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SESUDAH BACA,TOLONG DI KOMENTAR!!
AFTER READING,THE COMMENTARY!!
INGIN MENGCOPY (TINGGALKAN KOMENTAR DULU) :) :D